Alhamdulillah, Allah merestui perjuangan kami untuk mengekspos alasan anak bangsa yang memilih bertahan hidup di negeri orang. Penerbitan buku ini cukup membutuhkan persiapan yang lama sekali, mulai dari pengumpulan naskah yang sudah dilakukan sejak setahun yang lalu, hingga mengemasnya menjadi sebuah buku yang baik.
Alhamdulillah peminat buku ini cukup banyak, ini terlihat dari respon calon pembaca saat pemberitahuan sebentar lagi buku akan terbit. Hal ini pun membuat kami dari penerbit dan percetakan ingin menghadirkan buku ini dalam kondisi yang lebih baik.
Suatu hal yang tak dapat saya lupakan sebagai penanggungjawab penerbitan buku ini, -12 jam sebelum melahirkan saya sempat membatalkan niat orang percetakan yang akan mengirimkan draft buku (tahap 2) yang akan siap naik cetak, karena mereka telat dari deadline yang mereka janjikan, sementara saya sudah masuk pengingkubasian untuk melahirkan.
“Saya mohon dikoreksi ulang lagi segala perbaikan dari saya, dan mohon segalanya dibuat sesuai rekomendasi dari kami, dan tolong diperhatikan azas keseragaman. Saya mohon maaf bila ada hal-hal yang selama ini tidak berkenan dalam komunikasi diantara kita. Mohon sampaikan salam dan maaf saya buat semua kru di percetakan dan penerbitan Anda. Terimakasih atas kerjasama kita selama ini. Mohon do’a restu dari semua pihak di sana karena saat ini saya sudah berada di rumah sakit dan ingin konsentrasi untuk melahirkan. Wassalam. Ijum. Tokyo.
Begitulah perjuangan dan niat tulus untuk menghadirkan buku ini, yang sangat padat informasi dari berbagai nara sumber. Saya sangat betah menyusun buku ini, karena banyak pengetahuan yang saya dapatkan dari sharing penulis lain yang tinggal atau pernah tinggal lama di luar negeri, selain Jepang.
UCAPAN TERIMAKASIH
Terimakasih atas dukungan dari banyak pihak, rekan-rekan penulis yang menulis dengan ikhlas untuk tujuan berbagi. Terimakasih atas diskusi dan kerjasama yang baik selama ini. Sungguh tak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata terimakasih saja. Semoga Allah membalas jasa baik rekan-rekan yang tak pernah menolak untuk direpotkan pada saat kapanpun juga untuk sebuah naskah yang baik. Perbaikan dan pertanyaan yang muncul dari editor selalu disambut dengan baik. Sungguh suatu kerjasama yang luar biasa. Semoga semua ini bisa kita pertahankan dengan baik. Amiin.
Terimakasih buat sahabat -sahabat tercinta, yang telah banyak kami repotkan untuk sebuah cover buku yang baik. Sungguh suatu bantuan yang tak kalah besarnya buat sebuah buku yang baik.
Terimakasih buat sahabat MP semua, dimanapun berada yang selama ini telah mengkonsumsi buku-buku ACI, namun buku ini kami hadirkan dalam wujud yang lebih baik dari segi fisik buku ataupun kualitas isi buku. Moga teman-teman tetap berminat untuk membaca buku ini. Amiin.
Terimakasih buat pihak-pihak lain yang tak dapat disebutkan satu persatu, buat keluarga tercinta, buat semua kru di penerbitan dan percetakan, buat illustrator dan teman-teman serta kolega kami lainnya. Semoga Allah membalas jasa baik mereka semuanya, amiin.
TENTANG BUKU
Judul : Mengapa Bertahan di Negeri Orang?
Penulis : Jumiarti Agus (Jepang)
Irawati Prillia (Jerman)
Cahayahati (Jerman)
Mieke Nurmalasari (Belgia)
Yuli Nava (USA)
Deshinta A. Dewi (Malaysia)
Nonong Syamsiar (Jepang)
Mulla Kemalawaty (Jepang)
Verni Juita (Australia)
dan Sarah Abdurrahmah (Mesir)
Penerbit : Aku Cinta Indonesia (ACI) Publishing
Jumlah halaman : ix + 259 halaman
Contact Person : Rahmi 0852-2100-5337
HALAMAN BELAKANG BUKU
“Bukan berarti hidup di Jerman serba enak. Satu dua tahun pertama, saya
sempat tidak kerasan.”
“Lambat tapi pasti, kecintaan saya ke kota ini, merambat dan mematri sangat dalam. Sungguh … dipikir-pikir 14 tahun hidup di Jerman adalah guru
kehidupan terbaik bagi saya.”
“Dalam hati kecil saya bertanya, salahkah bila saya hidup di Malaysia?”
“Sungguh! Makin hari, makin lama tinggal di Negeri Sakura ini, membuat diri
ini makin takjub, kagum, dan optimis, sehingga memacu semangat hidup makin
tinggi.”
***
Apa yang membuat anak bangsa bertahan, bahkan betah tinggal di negeri orang?
Temukan jawabannya dalam buku ini.
***
Membaca buku ini, mengingatkan kita dengan kisah Abdus Salam (ilmuwan asal
Pakistan, Professor di Imperial College of London), muslim pertama yang
memenangkan Hadiah Nobel dalam bidang Fisika teori. Suatu hal yang sulit
beliau capai jika tetap bertahan ditanah kelahirannya. Tetapi pengalaman
penulis wanita-wanita tangguh Indonesia di buku ini, yang tersebar di
berbagai negara, memberikan warna tersendiri dan menjadi keunggulan dari
buku ini. Buku ini baik dibaca oleh mereka yang sedang berjuang di negeri
orang dan bagi orang-orang yang cinta akan Indonesia. (Prof. Edison Munaf,
Guru besar Universitas Andalas, sekarang sebagai Atase Pendidikan di KBRI,
Tokyo.)
***
Harga buku : Rp 30.000 dan 550 yen untuk Jepan.
PEMESANAN BUKU: klik disini



















